Throwback my birthday

Malam ini 23.07, gemerisik sisa tumpahan cawan raksasa masih terdengar di depan pintu kosku, suaranya memberat, jatuh begitu saja, tanpa peduli debuman yang dibuat atau sakit yang terasa jika saja rasanya bisa dirasai. Sembari mendengarkan dendang itu, aku berbaring santai di ruangan 3 petak ini, sendiri di flat bed pemberian seseorang. Ah, mengapa bayang-bayang 19 tahun masih saja menari-nari dengan sok manja di kepalaku, seakan akan liukannya mengejekku penuh sinis. Yaa, aku sudah 19 tahun sekarang, tepatnya tanggal 8 april kemarin.. aaih ini tanggal berapakah? dan errg.. 10 jariku inipun tidak kurang untuk menghitung siapa saja yang mengucapkannya kepadaku. Mmm.. tidak begitu penting juga sih, lalu apa urusan saya coba, iya kan? *ngomong sama tembok yang udah pada bolong* memang seperti ini bukan, tempo dulu juga memang selalu seperti ini, nothing special in my birthday.. hahah, mungkin aku memang tidak begitu istinewa di hati banyak orang. Iyalah, wanita galak, sinis, sok perfeksionis ini mana ada yang mau deketin.. hihihi.. yasudahlaah.. biarkan saja.. toh makna dari ulang tahun bukan untuk dirayakan, berhura ria, malahan aku menjadi sedih, karena umurku semakin berkurang, sampai kapan lagi? Kematian seseorang tidak ada yang tau bukan? who knows? Sudah seharusnya aku memersiapkan diri untuk lebih dewasa dan berpikiran ke depan. Karena hidup bukan hanya sekadar menunggu mati.. dan ah persetan dengan sedikit teman. Seperti ini membuatku teringat akan ibuku. Ibuku di kampuang nan jauh di mato sana,, bagaimana beliau tepat tanggal 8 april kemarin beliau telah berhasil melahirkan seseorang yang saat ini sedang menulis tentangnya. Ya, .emang seharusnya ketika hari kita jatuh tempo ibu kitalah yang seharusnya di beri ucapan selamat, selamat atas pengorbanannya dan juga keberhasilannya.. semoga saja ibuku di sana dalam keadaan baik baik saja, berapa banyak kerut di wajahnya sekarang ini Tuhan, jangan perbanyak dulu sebelum ia melihatku sukses Tuhan. Berkahi setiap langkahnya dalam menjalani hidup yang sepengantukan ini ya Tuhan. Dia hanya orang yang sudah tua dan hanya ingin dimengerti, Tuhan tidak tega kan menelantarkannya begitu saja, ah Tuhann aku tau Kau maha baik.. jaga dia dan bapakku selamanya Tuhan.. my parent my everything.. my birthday my evershit.. hahaha.. astaghfirullahaladzim😶

Iklan